w6

Pengalaman Pertama dan Malam Berakhir dengan “Kolam Susu”

Oleh Rendy Bogar –

Tanggal 17 Februari 2020 lalu merupakan pengalaman pertama saya terlibat bersama Komunitas KAHE dalam aktivitas Voicing Bajo and Bugis People in Maumere di Kampung Wuring. Pengalaman ini berkaitan dengan pengumpulan data tentang kehidupan orang Wuring dan menggunakan metode observasi.

Sebelumnya saya dan teman-teman kelompok I telah melakukan persiapan-persiapan untuk observasi tersebut, atau istilah sederhananya, “Jalan-jalan”, dan pada hari pertama itu, kelompok 1 memulai observasi dari area Kampung Ujung, dimulai sekitar pukul empat sore.

Tentu saja pengenalan medan menjadi perihal yang ada dalam kepala saya ketika melakukan observasi yang pertama ini. Ini dikarenakan data-data yang saya peroleh masih abstrak dan terbilang umum. Saya mendapat tugas untuk menelusuri aspek sanitasi, tetapi itu tidak menutup kemungkinan untuk menemukan isu lain yang muncul dengan sendirinya.

Dari pelabuhan Kampung Ujung tadi, kami memutuskan untuk mengunjungi rumah Amir. Amir adalah akamsi (anak kampung sini) yang turut terlibat dalam proses penelitian dan kebetulan tergabung dalam kelompok I. Namun, hari itu Amir tidak ada bersama kami.

Di rumah Amir, kami bertemu dengan beberapa anggota keluarga, termasuk ibu kandungnya. Saat ditanya soal keberadaan Amir, ibunya menjawab bahwa Amir sedang tidak berada di rumah, Amir pergi melaut, dia bermalam di tengah laut dan besok baru bisa pulang ke rumahnya.

Kami kemudian memutuskan untuk bersantai sebentar di teras rumah di samping rumah Amir. Saya dan dua teman kelompok lainnya, Inna dan Ryn, duduk sembari menunggu Gee. Di sebelah kanan di dekat kami duduk, terdapat beberapa anak muda yang rupanya juga sedang duduk santai. Sesekali kami bertegur sapa layaknya orang baru dan kami meminta izin untuk melihat-lihat sebentar keadaan kampung mereka.

Ryn kemudian mengajak saya dan Inna untuk segera bergerak dan pergi melewati jembatan bambu, persis di antara rumah tempat kami beristirahat dan rumah tempat beberapa anak muda duduk santai tadi. Namun, saat hendak bergerak dari situ tiba-tiba saja kami melihat Gee muncul dari kejauhan dengan sepeda motornya. Maka, kami pun menunggu dia untuk bergerak bersama-sama.

Gee bergabung dengan kami dan menyempatkan diri untuk mengobrol dengan beberapa anak muda tadi. Dari obrolan itu saya baru kemudian tahu kalau Amir ternyata tidak pergi melaut, tetapi sedang memiliki masalah pribadi -ini diceritakan Gee kepada saya saat kembali ke Studio KAHE di Lokaria.

Kami pun melewati jembatan bambu tadi. Pengalaman ini menarik untuk saya karena baru pertama kali masuk ke sini dan melewati jembatan bambu. Jika tidak berhati-hati melangkah, siapa saja bisa terperosok jatuh akibat kondisi beberapa bambu yang sudah mulai lapuk.

Tersebabkan oleh rasa penasaran yang tinggi, saya memutuskan untuk tetap berjalan.  Namun, kurang lebih tiga meter berjalan sambil bertegur sapa, tampak beberapa penduduk coba mendahului perjalanan kami. Ini membuat ketakutan saya makin membuncah. Salah seorang ibu yang sedang menjaga anaknya mengingatkan saya untuk berhati-hati.

Melangkah lagi, saya melihat sebuah selang air. Saya bertanya kepada Inna tentang selang itu dan Inna menjawab bahwa selang tersebut merupakan penyalur air bersih bagi warga sekitar. Ada pula di dekat situ terdapat bekas tiang-tiang rumah yang membuat saya makin penasaran dan lagi-lagi bertanya pada Inna. Inna katakan bahwa itu merupakan milik Paman Rony, salah seorang narasumber kunci dalam penelitian kami.

Sehabis dari situ, karena kondisi jembatan tadi, saya tidak berani melangkah lebih jauh lagi. Saya mengajak Inna untuk keluar ke jalan utama dan berkeliling ke area yang lain. Selama perjalanan itu saya memerhatikan banyak warga yang berada di pinggir jalan dengan kegiatannya masing-masing. Ada yang menjemur ikan, ada yang berbelanja perabotan rumah tangga dari sebuah mobil pikap, ada yang duduk-duduk santai, tapi ada juga yang mengumpulkan sampah rumah tangga di pinggir jalan.

Terdapat sekitar empat karung sampah diletakkan di dekat sebuah drum besar, meskipun banyak juga sampah yang masih berserakan di kolong rumah panggung milik warga. Di antara itu terlihat ternak kambing berkeliaran bebas di sepanjang jalan dan sesekali memakan sampah-sampah itu.

Hari semakin gelap dan kami memutuskan untuk berkumpul di pelabuhan Kampung Ujung. Kami menghabiskan malam di pelabuhan itu dan bercengkerama dengan beberapa remaja yang ada di situ; mengobrol dan bernyanyi bersama karena beberapa dari mereka membawa gitar.

Saya terkejut karena disodori sebuah gitar dan diminta untuk memainkan sebuah lagu. Akhirnya malam itu berakhir dengan lagu berjudul Kolam Susu dari musisi legendaris Indonesia Koes Plus.

 

 

 

Bagikan Postingan

Subscribe
Notify of
2 Comments
Oldest
Newest Most Voted
Inline Feedbacks
View all comments
Eric Jones
3 years ago

My name’s Eric and I just came across your website – laune.id – in the search results.

Here’s what that means to me…

Your SEO’s working.

You’re getting eyeballs – mine at least.

Your content’s pretty good, wouldn’t change a thing.

BUT…

Eyeballs don’t pay the bills.

CUSTOMERS do.

And studies show that 7 out of 10 visitors to a site like laune.id will drop by, take a gander, and then head for the hills without doing anything else.

It’s like they never were even there.

You can fix this.

You can make it super-simple for them to raise their hand, say, “okay, let’s talk” without requiring them to even pull their cell phone from their pocket… thanks to Talk With Web Visitor.

Talk With Web Visitor is a software widget that sits on your site, ready and waiting to capture any visitor’s Name, Email address and Phone Number. It lets you know immediately – so you can talk to that lead immediately… without delay… BEFORE they head for those hills.

CLICK HERE http://www.talkwithwebvisitors.com to try out a Live Demo with Talk With Web Visitor now to see exactly how it works.

Now it’s also true that when reaching out to hot leads, you MUST act fast – the difference between contacting someone within 5 minutes versus 30 minutes later is huge – like 100 times better!

That’s what makes our new SMS Text With Lead feature so powerful… you’ve got their phone number, so now you can start a text message (SMS) conversation with them… so even if they don’t take you up on your offer right away, you continue to text them new offers, new content, and new reasons to do business with you.

This could change everything for you and your business.

CLICK HERE http://www.talkwithwebvisitors.com to learn more about everything Talk With Web Visitor can do and start turing eyeballs into money.

Eric
PS: Talk With Web Visitor offers a FREE 14 days trial – you could be converting up to 100x more leads immediately!
It even includes International Long Distance Calling.
Paying customers are out there waiting.
Starting connecting today by CLICKING HERE http://www.talkwithwebvisitors.com to try Talk With Web Visitor now.

If you’d like to unsubscribe click here http://talkwithwebvisitors.com/unsubscribe.aspx?d=laune.id

Booker Edments
Booker Edments
1 year ago

Convert laune.id to an app with one click!

80% of users browse websites from their phones.

Have the App send out push notifications without any extra marketing costs!

MakeMySiteMobile.com

Kalender Postingan

Rabu, Mei 22nd